Latest Entries »

Lebih dari setengah abad tepatnya 66 tahun Indonesia merdeka secara de facto maupun de jure dan seharusnya ini menjadi usia dimana masyarakat Indonesia mampu mensukseskan pembangunan nasional secara mandiri. Pembangunan di segala bidang baik idealisme, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, tentunya berlandaskan Pancasila terlebih lagi cita-cita kemerdekaan yang sudah ada sejak negeri ini berdiri. Caranya adalah yang pertama yaitu semua lapisan masyarakat  harus mempunyai keinginan untuk melakukan perubahan, tentunya menjadi lebih baik. Kedua, perlu pemikiran kritis yang diikuti tindakan ekstra untuk mewujudkan perubahan itu dan melestarikannya. Lalu, kedua cara di atas sepatutnya dikemas dengan rasa View full article »

Fokus dan Istikomah

Saat itu aku lagi praktikum di Departemen Hematologi, BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) Surabaya. Aku lagi memperhatikan seorang karyawan yang sedang mengerjakan pemeriksaan Laju Endap Darah (LED), seperti biasa aku sambil tanya hal apa yang gak aku ngerti. Lalu aku membuka buku penuntun praktikum yang aku dapatkan di kampus. Aku terhenti saat membaca kalimat “1. Pembentukan rouleaux.”

Aku jadi teringat dr. Wuryani, seorang dosen pengajarku saat memberikan mata kuliah patologi klinik, saat itu beliau menerangkan bagaimana mekanisme pembentukan rouleaux. Dan aku hubungkan dengan penjelasan kakak angkatan View full article »

Kali ini untuk kamu-kamu yang lagi kecewa, putus asa, atau galau..karena apapun, baik mengalami masalah di sekolah atau kampus atau ditinggal pacar. Hehe_ You’re not alone..Cz I’m here with you. Though You’re far away, I’m here to stay..  Sengaja aku meniru judul lagu si  Mikhail.. Michael Jackson maksudku :) View full article »

Mungkin saya berpikir bahwa sebagian besar dari kita akan menganggap remeh judul dari tulisan saya kali ini “Tetap Semangat, Pantang Menyerah!”. Terus mengapa saya bisa berpikir begitu? (Meski begitu saya sih tetep pede aja). Jika kita pisahkan menjadi 2 bagian, maka didapatkan “Tetap Semangat” dan “Pantang Menyerah”. Dua bagian ini sudah banyak dikenal, sering kali menggema dalam telinga, dan cukup memenuhi pikiran ini. Akan tetapi, sifat malas dan suka berangan-angan lebih mendominasi di kehidupan ini padahal jika kita dalam keadaan sadar, kita akan anti terhadap 2 sifat itu. Sadar? Maksudnya? Ya, sadar. Contoh ketika kita menjawab soal-soal ujian PKn sewaktu kita masih di sekolah dasar.

(1)   Ibu menyuruh kamu ke pasar sedangkan saat ini di TV sedang ditayangkan film kartun favorit kamu. Yang harus kamu lakukan adalah… View full article »

Jumat malam tanggal 17 Februari 2012 lalu sekitar jam 7.30 saya mendapat sms dari adek angkatan, dia bertanya kenapa di dunia ini ada orang yang suka mengejek temennya sendiri. Lalu saya bales “Mungkin pembawaannya memang gitu(ceplas-ceplos). Mungkin kedengarannya seperti mengejek. Kalo km mau berbaik sangka, gak ada masalah.”

Setelah saya bales smsnya, saya teringat sepenggal isi buku karangan dr. Shigeo Haruyama, seorang spesialis bedah pencernaan. Dalam bukunya yang berjudul “The Miracle of Endorphin”, di situ diterangkan kepada kita bahwa Thinking Positively dapat membawa kita meraih kesehatan. Tentunya dari kacamata sains. Selengkapnya seperti ini, kita menggunakan energi dalam tubuh setiap melakukan aktivitas. Baik berenang, berlari, bernafas, begitu juga saat kita berpikir. Kita akan membahas sedikit tentang bagaimana respon tubuh kita terhadap apa yang namanya berpikir.

View full article »

Untukku dan Untukmu..

Jika kau merasa besar, periksa hatimu! Mungkin ia sedang bengkak.

Jika kau merasa suci, periksa jiwamu! Mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani.

Jika kau merasa tinggi, periksa batinmu! Mungkin ia sedang melayang kehilangan pijakan.

Jika kau merasa wangi, periksa ikhlasmu! Mungkin itu asap dari amal shalehmu yang hangus terbakar riya’.

Sebuah kutipan yang sederhana tetapi mengandung makna bahwa kita sebagaimana manusia yang bertanggung jawab baik atas diri kita sendiri maupun orang lain dalam naungan nilai-nilai moral dan agama. Jelas kita sebagai makhluk sosial harus menempatkan diri kita untuk dapat berhubungan dengan makhluk lain khususnya manusia, didasari rasa menghormati dan menghargai. Akan tetapi, sehubungan dengan sifat manusia yang “ganda” (ada baik dan buruk) kadang kala manusia kehilangan arah dimana mereka bias berbuat yang tidak semestinya kepada manusia lain. Penyababnya bias bermacam-macam, contohnya adalah merasa dirinya telah mendapat jabatan ataupun penghargaan yang lebih tinggi daripada orang lain. Hal ini bias membuat dirinya lupa akan hakikat sebenarnya di dunia.

Sejujurnya, waktu aq masih duduk di bangku SMP sempat “mengalami” masa-masa seperti itu. Hanya karena sering mendapat kesempatan berprestasi bidang akademik dan kedudukan di keorganisasian sekolah. Kesombongan ini membuatku buta akan hak-hak orang lain, tidak sadar bahwa ada ketidaksamaan dalam diri yang sesungguhnya aku juga membutuhkan bantuan orang lain, bahkan selamanya akan begitu. Apalagi, kalau hal ini terus menerus melekat melekat dalam diri, berarti sama saja aku telah puas terhadap apa yang telah aku capai. Aku tidak bisa berkembang. Alangkah berterima kasihnya aku kepada Allah SWT yang telah memberikan jalan untuk memperbaiki diri.

Kita sebagai makhluk yang berpengetahuan harus terus berkarya baik untuk diri sendiri, golongan, dan orang lain serta harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan YME (hehe.. lagi inget PKN). Pepatah China mengatakan “Selalu kosongkan cawanmu” dan pepatah lain mengatakan “menjadi biasa itu luar biasa” membuat kita berpikir bahwa kita adalah sama. Berlomba-lombalah dalam kebaikan dan takwa, jangan perbuatan batil dan dosa.

“Jika kau minum air, ingat sumbernya!”

            Apa yang kira-kira kita pikirkan jika membaca pepatah di atas?

Tik-tok!

Tik-tok!

Tik-tok!

Yap, benar!! Pepatah diatas menunjukkan betapa pentingnya berterima kasih kepada siapapun yang telah mendukung langkah kita untuk maju dan mengembangkan diri, mereka adalah :

  1. Tuhan YME
  2. Rasulullah SAW, keluarganya, dan para sahabat!
  3. Orang tua dan keluarga yang lain.
  4. Tetangga
  5. Guru kita
  6. Pemimpin bangsa
  7. Teman
  8. Petani
  9. Penjahit
  10. Pembantu
  11. Dan orang lain di dunia yang mungkin banyak sekali bila disebutkan satu persatu baik yang sudah meninggal, yang masih hidup, dan generasi selanjutnya.

Seringkali kita meremehkan kata “Terima kasih”, lupa dengan semua hal yang telah membantu kita hidup di dunia baik yang telah kita lakukan, yang sedang kita lakukan, maupun yang akan kita lakukan. Padahal banyak sekali cara-cara untuk berterimakasih mulai dari hanya tersenyum, mengucapkan kata terima kasih, menyapa, berjabat tangan, hingga mengorbankan waktu, tenaga, dan materi untuk membantu sesama. Kadang kala kita tidak sadar bahwa ada orang yang sedang membantu kita karena pada waktu itu kita berada dalam zona nyaman. Memang berbahaya kalau kita terlena dalam zona nyaman. Kita akan jarang memikirkan hal-hal yang menjadi masalah mendasar pada hidup kita apalagi orang-orang yang telah terlibat dalam masalah kita itu. Akan tetapi, jika kita merasakan ketidaknyamanan, kita akan berharap ada orang lain yang akan membantu kita.

“Jika kita ingin dihargai, hargailah orang lain!” Sebaiknya kita memang harus menghargai siapapun dengan maksud berterimakasih. Jangan menghargai karena adanya surga neraka, jangan menghargai karena takut nantinya tidak dibantu jika ada masalah, jangan karena takut dikucilkan. Kita bersaudara antar sesama, maka berterimakasihlah agar kita saling mengenal.

Clinical Orthopaedic Examination, Fifth Edition(2004)

Treatment of Acute Leukemias (Humana Press 2003)

Kumar – Robbins and Cotran – Pathologic Basis of Disease, 7th ed (Elsevier 2005)

N.C. Gourtsoyiannis – Radiologic-Pathologic Correlations from Head to Toe (Springer 2005)

Clinical.Anatomy.11ed.1405138041.Oct.2006

Encyclopedia of Infectious Diseases

Berbagai cara ditempuh untuk dapat mencegah dan mengobati salah satu penyakit yang paling ditakuti wanita yaitu kanker payudara. Anda mungkin bisa menambahkan brokoli sebagai menu harian, karena brokoli efektif cegah dan obati kanker. Sebuah penelitian menemukan bahwa sayur hijau ini bisa menjadi kunci dalam mencegah dan bahkan mengobati kanker payudara.

Para ilmuwan menemukan senyawa kimia dalam brokoli yang dapat membunuh sel-sel bahan bakar pertumbuhan tumor. Brokoli mengandung banyak sulforaphane yang dapat membunuh sel kanker dan mencegah penyakit ganas ini berkembang atau menyebar.

“Sulforaphane telah dipelajari sebelumnya, namun penelitian ini menunjukkan bahwa sulforaphane bermanfaat dalam menghambat sel induk kanker,” ujar Professor Duxin Sun, penulis studi dari Universitas Michigan Comprehensive Cancer Centre, seperti dilansir dari Dailymail, Jumat (7/5/2010).

Menurut Prof Sun, ini merupakan pengetahuan baru yang menunjukkan potensi sulforaphane atau ekstrak brokoli untuk mencegah dan mengobati kanker dengan menargetkan sel-sel induk kanker kritis.

Sebuah laporan mengenai temuan ini diterbitkan dalam jurnal Cancer Clinical Research. Para ahli percaya bahwa menghilangkan sel induk kanker sangat penting untuk dapat mengendalikan pertumbuhan tumor ganas ini.

Para peneliti awalnya menguji senyawa kimia ini pada tikus, kemudian diuji dengan kultur sel kompleks kanker payudara pada manusia di laboratorium. Mereka menemukan hasil yang sama. Hasilnya menunjukkan penurunan populasi sel induk kanker setelah perlakuan dengan sulforaphane, dengan efek kecil pada sel-sel normal. Selain itu, sel kanker yang diperlakukan dengan bahan kimia itu tidak dapat menghasilkan tumor baru. Karena pekerjaan mereka belum diuji pada pasien, mereka menyarankan orang-orang menambahkan suplemen sulforaphane pada menu harian mereka, untuk mengantisipasi mencegah atau mengobati kanker.

Rasa pahit yang khas dari brokoli, membuatnya banyak tidak disukai orang, termasuk mantan presiden Amerika Serikat George W. Bush. Tapi efek kesehatannya secara luas telah diakui, yang menunjukkan bahwa zat kimia dalam sayuran ini meningkatkan perbaikan DNA dalam sel.

Bukti lain menunjukkan bahwa brokoli dapat menjaga arteri tetap sehat dan dapat membalikkan kerusakan yang disebabkan oleh diabetes pada pembuluh darah jantung.

Hal ini karena brokoli tinggi kandungan vitamin C dan serat, dan satu tangkai saja dapat menyediakan hampir dua kali lipat asupan vitamin K harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa.

sumber : http://www.fk.unair.ac.id/

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 614 pengikut lainnya.